BANDAR LAMPUNGBERITAEKONOMI

Pasar Murah Bandar Lampung Digelar 40 Kali Jelang Nataru

3
×

Pasar Murah Bandar Lampung Digelar 40 Kali Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id (SMSI) — Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan 40 kali pasar murah menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Program tersebut akan menyasar 20 kecamatan dengan dua kali pelaksanaan di setiap kecamatan selama Desember 2026.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan pemerintah menargetkan pelaksanaan pasar murah pada awal dan pertengahan Desember.

“Pasar murah itu di 20 kecamatan, mungkin dilaksanakan selama dua kali. Biasanya awal bulan Desember. Sama pertengahan bulan Desember,” kata Erwin, Senin 26 Oktober 2026.

Dinas Perdagangan masih menyusun jadwal dan menentukan lokasi kegiatan bersama pemerintah kecamatan.

Erwin mengatakan setiap kecamatan akan mendapat giliran menggelar pasar murah, meski titik pelaksanaannya belum ditetapkan.

“Kalau lokasinya, titiknya belum. Nanti kita minta dengan kecamatan. Kalau jadwalnya juga belum, nanti kita sesuaikan,” ujarnya.

Pemkot Bandar Lampung menyiapkan pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Nataru.

Erwin mengatakan peningkatan permintaan menjelang hari besar berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas.

“Tujuannya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Menjelang hari raya, harga barang-barang bisa meningkat. Kemudian, kita juga menekan inflasi dan mengurangi kecurangan-kecurangan,” jelasnya.

Pasar murah Bandar Lampung akan menyediakan beras, gula pasir, minyak goreng, telur, tepung, dan bawang.

Dinas Perdagangan juga berencana menggandeng pelaku usaha ritel untuk menyediakan komoditas lain, termasuk daging ayam.

Pemkot Bandar Lampung turut menjajaki kerja sama dengan Perum Bulog, Dinas Pangan, Dinas Pertanian, dan Bank Indonesia.

Erwin berharap Dinas Pertanian dapat mengajak petani binaan menjual hasil panen dengan harga terjangkau.

“Kita mungkin menggandeng Bulog. Dinas Pangan juga nanti kita minta kalau ada binaan-binaannya. Dinas Pertanian juga, siapa tahu ada petani binaan yang mau ikut bergabung,” kata Erwin. (DC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *