PESISIR BARAT, Veritasnews.id (SMSI) – Muhammadiyah Pesisir Barat membahas kesiapsiagaan bencana, keselamatan wisata bahari, dan pengembangan pariwisata bersama Polres Pesisir Barat.
Ketua PDM Pesisir Barat Jon Edwar menyampaikan sejumlah masukan dalam pertemuan bersama Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon.
Jon Edwar juga menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada AKBP Rinto Haivan Simbolon sebagai Kapolres Pesisir Barat.
Ia berharap Polres Pesisir Barat memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi masyarakat untuk menangani persoalan daerah.
Muhammadiyah Pesisir Barat mendorong Polres membangun kerja sama dengan organisasi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.
Menurut Jon, kesiapsiagaan bencana membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan organisasi di daerah.
Ia juga meminta evaluasi penanganan korban bencana mencakup kesiapan personel, peralatan, dan sarana pendukung evakuasi.
“Tidak hanya menyangkut kesiapan transportasi udara, tetapi juga kesiapan bandara sebagai pendukung evakuasi,” kata Jon.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan gudang logistik dan ketersediaan bahan bakar pesawat untuk mendukung proses evakuasi.
Muhammadiyah Pesisir Barat turut membahas keselamatan wisatawan di tengah tingginya potensi wisata bahari daerah.
Jon menilai peningkatan aktivitas wisata laut perlu berjalan bersama penguatan keselamatan untuk mengantisipasi kecelakaan laut.
“Keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Menurutnya, potensi wisata bahari Pesisir Barat membutuhkan kesiapan menghadapi berbagai risiko yang dapat muncul.
Pertemuan itu juga membahas upaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pengembangan sektor pariwisata.
Muhammadiyah mendorong pemerintah daerah mengembangkan alternatif wisata alam agar tidak hanya mengandalkan destinasi wisata bahari.
Selain pengembangan destinasi, edukasi masyarakat mengenai langkah evakuasi bencana juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Masyarakat perlu mengetahui jalur dan titik evakuasi serta memahami fungsi alat peringatan dini tsunami.
Pemahaman tersebut dapat membantu masyarakat mengambil tindakan cepat ketika bencana terjadi.
Muhammadiyah berharap komunikasi dan kerja sama pemerintah, lembaga terkait, serta organisasi masyarakat terus berjalan.
“Organisasi selalu siap bekerja sama dalam berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” pungkas Jon. (Red)






