PESISIR BARAT, Veritasnews.id – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pesisir Barat mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi serta pembinaan keagamaan sebagai respons atas isu LGBT yang dinilai mulai menjadi perhatian di daerah tersebut.
Ketua PDM Pesisir Barat, Jon Edwar, mengatakan Muhammadiyah memiliki pandangan keagamaan bahwa perilaku LGBT tidak sejalan dengan ajaran Islam yang menjadi pedoman organisasi.
Menurutnya, penguatan pendidikan agama dan pembinaan kepada masyarakat merupakan langkah yang perlu dikedepankan dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Kita perlu memperkuat pembinaan dan pendidikan keagamaan sesuai keyakinan kita. Saya mengajak MUI dan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menyikapi perkembangan ini,” kata Jon Edwar, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, Muhammadiyah memandang manusia diciptakan dalam dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan, sehingga organisasi memiliki sikap bahwa perilaku LGBT bertentangan dengan ajaran Islam.
Karena itu, menurutnya, pendekatan yang dilakukan hendaknya berorientasi pada edukasi dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Selain menyampaikan pandangan organisasi, Jon Edwar mengingatkan pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, dan tokoh agama dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai nilai-nilai agama dan moral sesuai ajaran Islam.
Sementara itu, warga Pesisir Barat, Beni Setiawan, menilai isu tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Ia berharap pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan meningkatkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai nilai-nilai yang dianut di lingkungan setempat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat maupun aparat penegak hukum terkait adanya peningkatan kasus atau data mengenai aktivitas LGBT di wilayah tersebut. (SAL)






