BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id (SMSI) – Sebanyak 2.753 pasien TBC di sejumlah wilayah Lampung menghadapi risiko paparan abu vulkanik pascaerupsi.
Pasien tersebut tersebar di Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Metro.
Pasien TBC juga terdapat di sebagian wilayah Lampung Utara dan Lampung Tengah yang terdampak abu vulkanik.
Direktur Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Sudiyanto mengatakan pasien TBC termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan abu vulkanik.
Menurut Sudiyanto, kondisi paru-paru dan saluran pernapasan pasien TBC cenderung lebih sensitif.
Paparan debu vulkanik berpotensi memperburuk gangguan pernapasan pada pasien TBC.
“Walaupun erupsi sudah mereda, abu vulkanik masih berada di sekitar tempat tinggal warga,” ujar Sudiyanto.
Ia mengatakan belum adanya hujan membuat debu masih beterbangan di lingkungan permukiman.
Sejumlah pasien TBC juga melaporkan gangguan saluran pernapasan setelah terpapar abu vulkanik.
Karena itu, ILS mengimbau pasien TBC mengurangi aktivitas luar rumah selama kondisi lingkungan masih terdampak.
Pasien yang harus keluar karena keperluan mendesak perlu menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup debu.
ILS juga meminta kader di setiap wilayah memantau kondisi pasien TBC secara berkala.
Pemantauan tersebut bertujuan mendeteksi gejala atau gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan abu vulkanik.
“Kalau ada gejala dan gangguan dari abu vulkanik, kami meminta kader segera berkoordinasi dengan layanan kesehatan terdekat,” kata Sudiyanto.
ILS menilai pemantauan berkala penting, terutama bagi pasien TBC yang tinggal di wilayah terdampak.
Kader dapat segera mengetahui perubahan kondisi pasien melalui pemantauan tersebut.
Petugas kemudian dapat menindaklanjuti keluhan pasien melalui fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
ILS juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama abu vulkanik masih berada di lingkungan permukiman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hujan belum turun untuk membantu mengurangi debu di permukaan.
ILS meminta pasien TBC membatasi aktivitas luar rumah selama paparan abu vulkanik masih berlangsung. (Red)






