JAKARTA, veritasnews.id — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional di Daerah dalam ajang KWP Award 2026 yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Penghargaan tersebut diberikan oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi kepala daerah dalam mendorong pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Dalam ajang yang mengusung tema “Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi Dedikasi: Bersama Mewujudkan Indonesia Emas” itu, Rahmat Mirzani Djausal dinilai berhasil memperkuat sektor agrikultur di Lampung melalui berbagai kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah “Desaku Maju”, yang difokuskan pada pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian secara terintegrasi. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan sarana pendukung dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyediakan pupuk organik cair untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bantuan alat pengering hasil panen, hingga pelatihan vokasi bagi masyarakat guna mendorong kemandirian ekonomi. Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan desa juga dilakukan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.
Pendekatan yang menyeluruh ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
KWP Award sendiri merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada anggota DPR RI, DPD RI, serta mitra kerja parlemen, termasuk kepala daerah, yang dinilai memiliki peran aktif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan mendukung arah pembangunan nasional.
Penghargaan yang diterima Gubernur Lampung tersebut menjadi pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan sektor pertanian dan pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan, sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (Red).






