BERITADAERAHLAMPUNG UTARA

Serapan Anggaran Disperindag Lampura Dipertanyakan

3
×

Serapan Anggaran Disperindag Lampura Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

KOTABUMI, Veritasnews.id (SMSI) – Serapan anggaran Disperindag Lampung Utara 2026 menuai sorotan karena pedagang mempertanyakan manfaat sejumlah program.

Data hingga Juli 2026 menunjukkan sejumlah kegiatan telah menyerap anggaran cukup besar dari APBD Lampung Utara.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Program pengendalian harga dan stok memiliki pagu Rp63,94 juta dengan realisasi mencapai Rp47,92 juta.

Program stabilisasi harga memiliki pagu Rp75,23 juta dan telah menyerap anggaran sekitar Rp49,41 juta.

Sementara itu, promosi produk dalam negeri memiliki pagu Rp524,08 juta dengan realisasi mencapai Rp158,37 juta.

Disperindag juga menganggarkan Rp399 juta untuk jasa tenaga kebersihan dan Rp237 juta untuk tenaga keamanan.

Namun, sejumlah pedagang mengaku belum merasakan pelayanan kebersihan dan keamanan secara optimal.

Pedagang Pasar Pagi Kotabumi mengaku jarang melihat petugas kebersihan bekerja pada pagi hari.

“Sudah lama kami tidak melihat petugas kebersihan dinas. Sekarang petugas DLH yang menyapu pada sore hari,” ujarnya, Senin (10/8/2026).

Pedagang tersebut juga mengaku tetap membayar iuran keamanan meski jarang melihat petugas berjaga siang hari.

“Kalau malam ada petugas dari kelurahan. Kami membayar iuran berbeda untuk keamanan tersebut,” katanya.

Keluhan serupa muncul dari konsumen yang menilai program stabilisasi harga belum banyak menekan harga kebutuhan pokok.

Yuni, 34, warga Kota Alam, mengaku masih membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga tinggi.

“Operasi pasar paling menjual MinyaKita, beras SPHP, dan gula. Harga telur juga kembali naik,” ujarnya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas program stabilisasi harga yang telah menyerap puluhan juta rupiah.

Pedagang menilai harga distributor masih memengaruhi harga pasar sehingga operasi pemerintah belum memberi dampak signifikan.

Plt Kepala Disperindag Lampung Utara, Hendri, mengaku baru mengetahui perubahan tenaga kebersihan menjadi sistem outsourcing.

“Saya baru mengetahui peralihan tenaga kebersihan ke outsourcing setelah mendapat konfirmasi media,” kata Hendri.

Hendri menyebut Disperindag baru menggelar dua operasi pasar sepanjang 2026 karena keterbatasan anggaran.

“Operasi pasar baru dua kali karena anggaran terbatas. Kami masih mengusulkan tambahan anggaran,” ujarnya.

Terkait tenaga kebersihan, Hendri memperkirakan sekitar 15 petugas bekerja mulai pukul 06.30 WIB di Pasar Pagi Kotabumi.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Perdagangan Disperindag Lampura, Frans Tanada, mengaku tidak menangani langsung kegiatan tersebut.

“Secara teknis saya tidak terlalu mengetahui karena saya bukan PPTK,” kata Frans.

Frans menyarankan media meminta penjelasan kepada pimpinan dinas atau PPTK kegiatan, Tanti Diana Sari.

Hingga berita ini terbit, Tanti Diana Sari belum memberikan keterangan mengenai realisasi dan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Temuan lapangan tersebut belum membuktikan adanya anggaran fiktif atau penyelewengan dalam program Disperindag Lampung Utara.

Namun, perbedaan antara realisasi anggaran dan manfaat yang dirasakan masyarakat mendorong perlunya penjelasan terbuka.

Disperindag perlu membuka rincian pelaksanaan kegiatan agar publik dapat menilai kesesuaian antara anggaran, pekerjaan, dan hasil program. (DC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *