BANDAR LAMPUNGBERITA

Produk UMKM Laris Manis, Transaksi Bandar Lampung Expo Tembus Rp1,5 Miliar

1
×

Produk UMKM Laris Manis, Transaksi Bandar Lampung Expo Tembus Rp1,5 Miliar

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id — Gelaran Bandar Lampung Expo menjadi panggung unjuk gigi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Berbagai produk kerajinan hingga kuliner binaan Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung ramai diserbu pengunjung.

​Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengungkapkan bahwa stan yang dikelola pihaknya menampilkan ragam produk unggulan, mulai dari kerajinan tangan khas daerah seperti kain tapis, peci, baju tenun, hingga aneka olahan makanan dan madu.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

​”Di stan Perdagangan Bandar Lampung Expo, kami menampilkan kerajinan tangan seperti tapis, peci, baju tenunan, serta makanan dan madu hasil karya UMKM binaan kami,” ujar Erwin saat ditemui di lokasi pameran, Kamis (23/7/2026).

​Antusiasme masyarakat terhadap produk-produk lokal dinilai sangat tinggi. Hal ini tercermin dari angka penjualan stan kerajinan yang terus meroket sejak hari pertama pembukaan.

​Erwin menyebutkan, untuk stan kerajinan dan UMKM binaan Dinas Perdagangan saja, nilai transaksi sudah menembus angka ratusan juta rupiah.

​”Antusias pengunjung sangat besar, bisa kita lihat dari nilai penjualan yang sudah mencapai lebih dari Rp100 juta. Produk kerajinan seperti tapis memang memiliki nilai jual yang lumayan tinggi dan sangat diminati,” jelasnya.

​Secara keseluruhan, transaksi dari seluruh area pameran baik stan indoor yang menyajikan kerajinan maupun booth kuliner UMKM di area outdoor menunjukkan capaian yang sangat positif.

​Hingga pertengahan gelaran, akumulasi transaksi seluruh stan di Bandar Lampung Expo telah melampaui Rp1,5 miliar dari total target sebesar Rp3 miliar selama 7 hari penyelenggaraan.

​”Target kita selama 7 hari pelaksanaan adalah sekitar Rp3 miliar lebih. Saat ini capaian transaksi sudah menembus lebih dari Rp1,5 miliar, mencakup stan kerajinan di dalam maupun UMKM di area luar. Melihat tren ini, kami optimis total transaksi bisa menembus lebih dari Rp3 miliar,” tutup Erwin. (DET)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *