KOTABUMI, Veritasnews.id (SMSI) – Ketua PMII Komisariat STMIK Surya Intan Kotabumi, Adi Sudrajat, menilai Indonesia perlu memaknai kembali kemerdekaan.
Menurut Adi, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan fisik.
“Bangsa ini perlu membangun kebebasan dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan,” kata Adi, Kamis (13/8/2026).
Ia menyampaikan pandangan tersebut saat menggelar kajian kaderisasi di kampus STMIK Surya Intan Kotabumi.
Adi menyebut kemerdekaan kini menghadapi tantangan ekonomi, pangan, teknologi, perubahan iklim, dan perkembangan digital.
Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat kedaulatan ekonomi, pangan, dan teknologi untuk menghadapi tantangan tersebut.
Ia juga menilai kemerdekaan harus menghadirkan keadilan sosial yang dapat masyarakat rasakan secara merata.
“Jangan sampai kemerdekaan hanya memberikan manfaat kepada segelintir kelompok atau elite,” ujarnya.
Adi kemudian mendorong penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pendidikan, riset, serta penguasaan sains dan teknologi.
Selain SDM, ia mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi dan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.
Adi juga menilai pemerintah perlu memperkuat penegakan hukum, demokrasi, dan tata kelola birokrasi yang transparan.
Ia berharap pemerintah mengelola sektor strategis sesuai amanat Pasal 33 Ayat 2 UUD 1945.
“Kepentingan yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus negara kuasai demi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Menurut Adi, langkah tersebut penting untuk memastikan momentum 100 tahun Indonesia menghasilkan negara maju dan sejahtera. (Red)





