BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong peran strategis perempuan pengusaha dalam memperkuat hilirisasi dan struktur ekonomi daerah di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Halalbihalal Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Provinsi Lampung yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini 2026, di Gedung Graha Surya, Bandar Lampung, Rabu (15/4/2026).
Gubernur Mirza menyebutkan, ekonomi Lampung pada awal 2026 tumbuh sebesar 5,28 persen, melampaui rata-rata nasional. Pertumbuhan tersebut dinilai tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, tetapi juga mulai merata hingga ke perdesaan.
“Perputaran uang di Lampung mencapai sekitar Rp500 triliun sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin kuat dan merata,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan harga komoditas pertanian seperti kopi, padi, dan singkong turut mendorong kenaikan pendapatan petani yang berdampak pada daya beli masyarakat. Kondisi ini terlihat dari meningkatnya pembelian kendaraan bermotor di sejumlah daerah serta lonjakan transaksi belanja daring di wilayah perdesaan.
Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa arah pengembangan ekonomi ke depan tidak lagi bertumpu pada penjualan bahan mentah, melainkan pada sektor pengolahan atau hilirisasi. Untuk itu, ia mendorong perempuan pengusaha, khususnya anggota Iwapi, agar mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok produk UMKM.
“Peluang usaha sangat terbuka. Jangan sampai kebutuhan konsumsi masyarakat justru dipenuhi produk dari luar daerah. Di sinilah peran Iwapi untuk memperkuat UMKM dan industri kreatif,” katanya.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.
Ia pun mengajak seluruh pengurus Iwapi Lampung untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha perempuan sekaligus memperluas akses pendidikan bagi generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua DPD Iwapi Lampung Armalia Reny Madrie mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kapasitas anggota, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pelatihan pemasaran digital hingga pendampingan sertifikasi halal guna meningkatkan daya saing produk.
“Kami ingin produk perempuan Lampung tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar digital. Dengan dukungan pemerintah, kami optimistis UMKM perempuan akan menjadi pilar ekonomi yang kokoh,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, jajaran pengurus Iwapi Lampung, organisasi perempuan, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. (Red).







