BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id – Perum BULOG Kantor Wilayah Lampung menggandeng Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi modern di wilayah sentra produksi padi tersebut.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (29/7/2026). Pembangunan RMU menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pascapanen.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan pembangunan RMU akan memperkuat sistem pascapanen sekaligus meningkatkan kemampuan BULOG menyerap gabah petani.
“Kerja sama ini menjadi langkah awal membangun infrastruktur pascapanen yang modern. Dukungan pemerintah daerah sangat penting agar pembangunan berjalan lebih cepat dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Rindo.
Lampung Timur dipilih karena menjadi salah satu lumbung padi terbesar di Provinsi Lampung. BULOG akan membangun fasilitas penggilingan berkapasitas 120 ton gabah yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2027.
Keberadaan RMU diharapkan mempercepat penyerapan gabah saat panen raya, menjaga kualitas beras, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
Rindo menilai fasilitas tersebut juga akan memberikan kepastian pasar bagi petani. Proses pengolahan yang lebih modern diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil panen sekaligus mendukung stabilitas pasokan beras.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nurmayah, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung pembangunan RMU hingga beroperasi. Menurutnya, fasilitas itu akan memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kehadiran RMU akan meningkatkan nilai tambah hasil panen petani dan memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan. Kami siap mendukung agar pembangunan berjalan lancar,” ujar Ela.
BULOG menargetkan pembangunan RMU menjadi salah satu penguatan ekosistem pangan di Lampung. Infrastruktur pascapanen yang modern diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (DET)






