BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id (SMSI) – Sejumlah wilayah Bandar Lampung mengalami paparan debu vulkanik cukup tinggi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dinas Kesehatan Bandar Lampung menemukan kadar debu tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ambon.
Pengukuran di Kelurahan Teluk Betung menunjukkan kadar PM10 mencapai 701 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut jauh di atas batas aman PM10 sebesar 75 mikrogram per meter kubik.
Di Pesawahan, kadar PM10 mencapai 692 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, Sumur Putri mencatat 543 mikrogram per meter kubik dan lingkungan Puskesmas Pasar Ambon mencapai 552.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi A. Temenggung mengatakan petugas memantau kadar debu melalui PM2,5 dan PM10.
Menurut Muhtadi, sebagian besar wilayah masih memiliki kadar PM2,5 dalam batas aman.
Namun, beberapa wilayah mencatat kadar PM10 di atas batas aman akibat sebaran debu vulkanik.
Selain kawasan Pasar Ambon, petugas menemukan kadar debu tinggi di sejumlah wilayah lainnya.
Kawasan Sukarame II mencatat kadar PM10 mencapai 165 mikrogram per meter kubik.
Gedong Air mencatat kadar PM10 hingga 269 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, Kupang Kota mencapai 218 mikrogram per meter kubik dan Kedaton mencapai 130 mikrogram per meter kubik.
Petugas juga menemukan peningkatan kadar debu di beberapa titik Panjang, Raja Basa Indah, dan Way Kandis.
Sebaliknya, sejumlah wilayah masih mencatat kualitas udara dalam batas aman.
Wilayah tersebut meliputi Beringin Raya, Kampung Sawah, Kebon Jahe, Palapa, dan Labuhan Ratu.
Kondisi serupa juga terlihat di Segala Mider, Way Halim, dan Way Laga.
Muhtadi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal atau beraktivitas di kawasan terdampak.
Dinkes mengimbau warga menggunakan masker saat berada di luar rumah.
Warga di Teluk Betung, Bakung, Gedong Air, dan sekitarnya perlu meningkatkan perlindungan diri.
Dinkes juga meminta warga mengurangi aktivitas luar rumah, terutama lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan.
Warga dapat menyiram halaman secara berkala agar debu tidak kembali beterbangan.
Langkah tersebut membantu mengurangi paparan debu vulkanik di lingkungan tempat tinggal. (DC)






