BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id — Peran pers dalam sistem demokrasi tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi elemen penting dalam mengawal jalannya kebijakan publik. Di tengah upaya pemerintah merealisasikan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas pembangunan nasional, media dituntut hadir lebih aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Asta Cita menjadi peta jalan pembangunan yang membutuhkan pengawasan publik agar implementasinya berjalan transparan dan tepat sasaran. Dalam hal ini, pers memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
Media berperan menyajikan informasi yang akurat dan berimbang terkait pelaksanaan program pemerintah. Publik membutuhkan data yang jelas mengenai capaian, tantangan, hingga dampak kebijakan. Tanpa penyampaian informasi yang tepat, kepercayaan masyarakat berpotensi menurun.
Selain itu, fungsi kontrol sosial juga menjadi bagian penting dari peran pers. Media dituntut berani mengkritisi berbagai potensi penyimpangan, ketidakefisienan, maupun penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan program. Kritik tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebijakan tetap berjalan sesuai kepentingan publik.
Di sisi lain, pers juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Banyak program pemerintah yang belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Melalui pemberitaan yang komprehensif, media dapat membantu meningkatkan pemahaman publik sehingga mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan.
Meski demikian, hubungan antara pers dan pemerintah perlu dibangun dalam kerangka kemitraan yang sehat. Kolaborasi dapat dilakukan tanpa mengabaikan independensi media. Pers tetap harus berpijak pada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan kekuasaan.
Tantangan lain muncul di era digital, ketika arus informasi bergerak sangat cepat dan berpotensi memicu disinformasi. Kondisi ini menuntut media untuk semakin selektif, mengedepankan verifikasi, serta menjaga kredibilitas dalam setiap pemberitaan.
Keberhasilan agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita, tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran aktif seluruh elemen bangsa. Dalam konteks ini, pers menjadi salah satu pilar penting untuk memastikan pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan peran tersebut, media diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga pengawal arah pembangunan—memberikan kritik yang konstruktif, menyampaikan fakta, serta menjaga kepentingan publik tetap menjadi prioritas utama. (Red).







