BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau situasi malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Bandar Lampung, Jumat (20/3/2026) malam.
Pemantauan dilakukan dari Pos Pengamanan (Pospam) Masjid Raya Al-Bakrie serta sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan Diponegoro, Jalan Dr. Susilo, hingga Jalan Jenderal Sudirman, guna memastikan perayaan malam takbiran berlangsung tertib dan aman.
Dari hasil pemantauan tersebut, Gubernur Mirza memastikan kondisi keamanan di Lampung secara umum tetap kondusif dan terkendali meski aktivitas masyarakat meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Alhamdulillah sampai malam ini situasi di Lampung aman dan terkendali. Pemerintah Provinsi bersama TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terus bersinergi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Mirza.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyapa masyarakat yang tengah merayakan malam takbiran serta mengimbau agar perayaan dilakukan secara tertib tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan selama perayaan malam takbiran,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan bahwa pengamanan Idulfitri di Lampung dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan ribuan personel gabungan.
Polda Lampung menyiapkan 57 Pos Pengamanan, 20 Pos Pelayanan, dan 1 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai wilayah strategis.
“Sebanyak sekitar 3.900 personel gabungan dari Polri, TNI, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diterjunkan untuk mengamankan rangkaian Idulfitri,” kata Helfi.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak dimulainya Operasi Ketupat pada 13 Maret 2026, situasi keamanan di Lampung terbilang sangat kondusif.
“Sejauh ini kami mencatat nol kecelakaan lalu lintas, dan untuk tindak pidana seperti pencurian, kekerasan maupun begal juga nol kasus,” jelasnya.
Meski demikian, Helfi mengakui terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, terutama dari arus kedatangan kendaraan melalui Pelabuhan Merak menuju Bakauheni yang mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Pihak kepolisian pun berharap kondisi kondusif ini dapat terus terjaga hingga puncak arus balik Lebaran yang diperkirakan berlangsung pada 23 hingga 29 Maret 2026.
“Masyarakat kami imbau tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan maupun beraktivitas agar seluruh rangkaian Idulfitri berjalan aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya. (Red).







