BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id – DPRD Provinsi Lampung bersama Sekretariat Bersama (Sekber) tiga asosiasi media membahas potensi dampak ekonomi daerah dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu mendorong perputaran uang hingga Rp1 triliun per bulan di Lampung.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara DPRD Lampung dan Sekber yang terdiri atas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Bandarlampung.
Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar mengatakan program MBG memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pertanian.
“Program ini memiliki dampak ekonomi yang besar. Perputaran uangnya bisa mencapai Rp1 triliun per bulan di Lampung,” kata Giri Akbar.
Ia berharap dana yang beredar melalui program tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha dan masyarakat lokal. Menurut dia, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dapat menjadi peluang bagi petani dan UMKM di daerah sebagai pemasok utama.
Selain itu, DPRD Lampung juga membuka peluang kerja sama dengan Sekber dalam memberikan edukasi kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) terkait potensi ekonomi dari program tersebut.
Sementara itu, Komisioner II Sekber sekaligus Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan mengatakan pihaknya bersama DPRD memiliki komitmen yang sama untuk mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai tujuan.
Menurut dia, pengawasan diperlukan agar manfaat program tidak hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah.
“Kami ingin memastikan pelaku UMKM dan petani di Lampung ikut merasakan manfaat dari program MBG,” ujarnya.
Juru Bicara Sekber yang juga Ketua Harian SMSI Lampung Fajar Arifin menambahkan sinergi antara organisasi media dan DPRD diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan efek ekonomi yang positif untuk masyarakat Lampung,” kata Fajar. (Red)







