BANDAR LAMPUNGBERITADAERAHEKONOMI

Bukan Cuma Cek Stok, ESDM dan Pertamina Dengarkan Keluhan Konsumen BBM di Lampung

4
×

Bukan Cuma Cek Stok, ESDM dan Pertamina Dengarkan Keluhan Konsumen BBM di Lampung

Sebarkan artikel ini
Bukan Cuma Cek Stok, ESDM dan Pertamina Dengarkan Keluhan Konsumen BBM di Lampung

LAMPUNG SELATAN, VeritasNews.ID — Pemeriksaan ketersediaan BBM di Lampung tidak hanya dilakukan dengan mengecek stok di SPBU. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung bersama Pertamina Patra Niaga juga turun langsung mendengarkan pengalaman konsumen.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (23/9/2026) di SPBU 24.353.148 dan SPBU 24.353.162, Lampung Selatan.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, didampingi Kepala Bidang Energi ESDM Lampung, Sopian Atiek. Sementara itu, Pertamina Patra Niaga diwakili Sales Area Manager (SAM) Retail Lampung, Bima Kusuma Aji, bersama SBM Lampung II dan III Fuel.

Sidak dilakukan setelah muncul antrean kendaraan dan pemberitaan mengenai kondisi BBM di Lampung.

Budhi mengatakan, pemerintah perlu melihat secara langsung situasi di SPBU agar evaluasi tidak hanya berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat.

“Kami ingin memastikan langsung kondisi stok, penyaluran, sekaligus mendengar bagaimana pengalaman masyarakat ketika mendapatkan BBM,” ujar Budhi.

Hasil pengecekan menunjukkan stok BBM di kedua SPBU dalam kondisi aman dan tersedia. Tim juga tidak menemukan ketidaksesuaian dalam penyaluran Biosolar dan Pertalite.

Bima Kusuma Aji menyampaikan bahwa dialog dengan konsumen menjadi bagian penting dalam melihat kondisi pelayanan BBM.

“Selain mengecek stok dan penyaluran, kami juga mendengar langsung masukan dari konsumen. Ini menjadi bagian dari evaluasi pelayanan di lapangan,” kata Bima.

Dalam wawancara tersebut, sejumlah konsumen Biosolar menyatakan tidak mengalami kendala dalam memperoleh BBM di wilayah Lampung.

Tim juga menanyakan pendapat konsumen mengenai usulan penerapan sistem ganjil-genap dan pembatasan volume pengisian BBM harian.

Jawaban konsumen tidak seragam. Ada konsumen yang menyetujui usulan tersebut, namun ada pula yang memberikan tanggapan berbeda.

Perbedaan tanggapan tersebut menunjukkan bahwa setiap kebijakan pembatasan distribusi BBM membutuhkan pertimbangan dari berbagai sisi, termasuk pengalaman konsumen di lapangan.

Selain berdialog, tim juga melakukan aksi simpatik dengan membagikan air minum dan merchandise kepada konsumen yang sedang mengantre.

Dengan demikian, sidak tidak hanya berfokus pada aspek ketersediaan BBM, tetapi juga pada komunikasi antara pemerintah, Pertamina, pengelola SPBU, dan masyarakat. (NdH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *