LAMPUNG SELATAN

Bandara Radin Inten II Gelar Simulasi Keadaan Darurat Penerbangan 16 Juli

4
×

Bandara Radin Inten II Gelar Simulasi Keadaan Darurat Penerbangan 16 Juli

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG SELATAN, Veritasnews.id – Bandara Internasional Radin Inten II Lampung akan menggelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Skala Penuh Tahun 2026 pada 16 Juli 2026.

Simulasi ini dilakukan untuk menguji kesiapan penanganan kondisi darurat penerbangan, mulai dari kecelakaan pesawat hingga gangguan keamanan, tanpa mengganggu operasional penerbangan.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Radin Inten II Lampung, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan latihan tersebut merupakan agenda rutin untuk memastikan seluruh prosedur penanganan keadaan darurat berjalan efektif, termasuk koordinasi antara instansi yang terlibat dalam keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Seluruh rangkaian Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat merupakan simulasi yang telah direncanakan dan tidak akan mengganggu operasional penerbangan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila melihat mobilisasi personel maupun kendaraan operasional di area bandara,” kata Kiki, Rabu (15/7/2026).

Latihan akan melibatkan berbagai instansi, di antaranya TNI, Polri, Brimob, Lanud, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, Balai Karantina Kesehatan (BKK), rumah sakit, AirNav Indonesia, Otoritas Bandar Udara Wilayah I, BMKG, maskapai penerbangan, perusahaan ground handling, serta pemerintah daerah.

Dalam simulasi tersebut akan diterapkan beberapa skenario penanganan keadaan darurat. Salah satunya Airport Emergency Exercise (AEE) yang menggambarkan kecelakaan pesawat akibat runway excursion saat pendaratan, termasuk proses penyelamatan, pemadaman kebakaran, evakuasi penumpang, hingga penanganan korban.

Selain itu, Bandara Radin Inten II juga akan melaksanakan Airport Contingency Exercise (ACE) dengan skenario gangguan keamanan berupa penyanderaan personel Airport Security yang melibatkan unsur kepolisian dalam proses penanganannya.

Sebelum simulasi lapangan, seluruh peserta juga akan mengikuti Table Top Exercise untuk menguji sistem komando, komunikasi, dan koordinasi antar instansi dalam menghadapi situasi darurat.

Melalui latihan ini, Bandara Radin Inten II turut menguji kesiapan pelayanan kepada pengguna jasa selama kondisi darurat, termasuk penanganan keterlambatan penerbangan, penyampaian informasi kepada penumpang dan keluarga korban, serta koordinasi operasional dengan seluruh pemangku kepentingan.

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas potensi ketidaknyamanan selama pelaksanaan simulasi serta mengharapkan dukungan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II Lampung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *