BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi modern Indonesia tidak akan bisa berjalan mandiri jika kehilangan ruh nasionalisme. Hal ini disampaikan Presiden saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo mengutip teori ekonomi global yang menyebut bahwa kapitalisme sekalipun membutuhkan nasionalisme sebagai stimulan pertumbuhan yang berkelanjutan. Ia menyayangkan sistem ekonomi masa lalu yang dinilai melenceng dari cetak biru (blueprint) para pendiri bangsa.
”Kita harus jujur melihat keadaan bangsa kita. Selama beberapa puluh tahun, kekayaan Indonesia diambil, dijual ke luar negeri, tapi hasil penjualannya tidak ditaruh di dalam negeri. Masuk akal atau tidak?” ujar Prabowo.
Presiden berkomitmen untuk menegakkan kembali Pasal 33 UUD 1945 secara arif dan bijaksana. Ia menginstruksikan agar seluruh cabang produksi penting dan kekayaan alam Indonesia dikuasai negara demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan sekadar menjadi lip service. (Red)






