BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pemerintah daerah di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memanfaatkan obligasi dan sukuk daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Hal itu disampaikan Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Sosialisasi Penerbitan Obligasi/Sukuk Daerah bagi pemerintah daerah se-Sumbagsel di Bandarlampung, Senin.
Menurut gubernur, tantangan pembangunan daerah ke depan membutuhkan inovasi pembiayaan agar daerah tidak hanya bergantung pada transfer pusat dan pendapatan pajak daerah.
“Daerah harus lebih maju, mandiri, dan inovatif. Karena itu diperlukan instrumen pembiayaan baru yang mampu mendukung percepatan pembangunan,” katanya.
Ia menilai obligasi dan sukuk daerah dapat menjadi solusi pembiayaan produktif untuk mendukung pembangunan sektor strategis dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
Rahmat mengatakan Lampung saat ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di Sumatera, terutama pada sektor primer. Namun kemampuan fiskal daerah dinilai masih terbatas karena sumber pendapatan daerah masih bertumpu pada pajak kendaraan, pajak alat berat, dan retribusi.
Di sisi lain, kebutuhan pelayanan publik terus meningkat seiring jumlah penduduk yang mencapai sekitar 9,5 juta jiwa.
Ia juga menyoroti belum optimalnya pengelolaan sumber daya alam di daerah yang menyebabkan nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati pihak luar. Salah satunya komoditas gabah dan kopi yang masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
Menurut dia, hilirisasi perlu diperkuat agar daerah memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
“Obligasi daerah dan sukuk daerah memungkinkan pemerintah daerah memiliki sumber pembiayaan alternatif untuk membangun proyek-proyek produktif,” ujarnya.
Rahmat menambahkan keberhasilan penerbitan obligasi dan sukuk daerah memerlukan kesiapan regulasi, kualitas perencanaan, tata kelola, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto mengatakan pengembangan obligasi dan sukuk daerah menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan yang kini mendapat perhatian serius.
Ia menilai wilayah Sumbagsel memiliki potensi besar untuk mengembangkan skema pembiayaan tersebut secara bersama-sama, termasuk Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Menurut Arifin, Lampung memiliki sejumlah potensi ekonomi yang dapat menjadi dasar pengembangan obligasi daerah, seperti aktivitas ekspor-impor melalui Pelabuhan Panjang serta sektor perkebunan kopi.
“Dengan sinergi yang baik, kita dapat menghadirkan sumber pembiayaan baru yang dikelola secara profesional dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya. (Red)







