LAMPUNG UTARA, veritasnews.id — Target panen hamparan tanam tebu tahap I mendatang di Kabupaten Lampung seluas 2.700 Ha.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Lampura, M Rizki menjelaskan luas hamparan tanaman tebu yang memasuki panen bulan depan ada 2.700 Ha dari total 5.808 Ha luas hamparan tebu digalakkan pemerintah dalam program ketahanan pangan di Kabupaten Lampung Utara tahun 2025/2026.
“Akan dilaksanakan panen untuk program tanam tebu tahap pertama seluas 2.700 Ha. Dari total keseluruhan hamparan tanaman yang menjadi program pemerintah,” kata dia didampingi Sekretaris, Ria Yuliza di ruangannya, Selasa (21/4/2026).
Program pemerintah dalam mendukung swasembada gula di Kabupaten Lampung Utara mencapai total 5.808 Ha. Terdiri atas 2 tahap, tahap I seluas 2.700 Ha yang akan segera memasuki masa panen.
Lalu, di tahap ke-2 seluas 3.061,85 Ha. sisanya ialah bongkar ratoon (BR).”Setiap petani akan mendapatkan bibit sebanyak 60 ribu/Ha. Selain itu juga diberikan intensif untuk penanaman awal (HOK),” timpal Sekretaris Disbunnak Lampura, Ria Yuliza.
Guna mendukung program Presiden -RI, Prabowo Subianto mencapai swasembada pangan. Dalam hal ini gula pasir.”Saya mewakili petani yang menggarap program ini merasa cukup terbantu. Selain ada bantuan bibit, juga membuka lahan dan lainnya. Alhamdulillah, semoga program ini bisa berkesinambungan kedepannya,” tambah Bendahara Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) “Bunga Mayang Jaya” Lampura, Andre.
Dia berharap kedepan akan ada program berkelanjutan guna mengantisipasi perubahan cuaca yang bakal terjadi di Kabupaten Lampung Utara.”Kalau informasi yang kami kita ini akan ada perubahan cuaca (el-nino) khususnya musim hujan ke panas. Maka yang dibutuhkan petani kedepan ialah pompa air, untuk menyiram tanaman pasca panen,” harapnya.
Disisi lain, salah seorang petani tergabung dalam program penanaman tebu pemerintah asal Desa Handuyang Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, Dedi Utama Putra mengaku cukup terbantu dengan adanya program tersebut.”Alhamdulillah kami sebagai petani cukup terbantu. Selain mendapatkan bantuan bibit dan tanam, juga hasil dibeli langsung oleh pemerintah. Dalam hal ini, Pabrik Bunga Mayang,” ungkapnya.
Selain itu, mereka juga mendapatkan perhatian dari dinas terkait (Disbunak) serta PG Bunga Mayang, lanjutnya. Mulai dari masa tanam, pemelirahaan sampai kepada masa panen. (Red).









