BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id — Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang dan menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha bagi pelaku UMKM di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026).
Dalam kegiatan yang mengusung tema “AI untuk UMKM: Lebih Efisien dan Lebih Untung” itu, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, perluasan pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai kunci agar UMKM mampu bersaing dan tumbuh berkelanjutan.
“UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari pembiayaan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk,” ujar Mirza.
Pelatihan yang digelar bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tersebut diikuti 220 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Lampung.
Gubernur menyebut, saat ini terdapat sekitar 498 ribu UMKM di Lampung yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Sebagian besar pelaku usaha didominasi perempuan yang berperan aktif dalam menjaga roda perekonomian.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan, terutama pada aspek pemasaran dan pengelolaan usaha. Banyak pelaku UMKM dinilai belum memiliki jaringan pasar yang luas, meskipun memiliki produk dengan potensi besar.
Lampung sendiri memiliki komoditas unggulan seperti singkong, jagung, dan pisang yang telah diolah menjadi berbagai produk, namun belum sepenuhnya memberikan nilai tambah maksimal.
“Selama ini masih banyak komoditas dijual dalam bentuk mentah. Padahal jika diolah, nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat,” katanya.
Ia juga menyoroti besarnya peluang pasar di Lampung, termasuk dari sektor pariwisata yang mencatat sekitar 24,7 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan produk lokal.
Selain itu, Gubernur mendorong pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.
“Teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing. Dengan AI, UMKM bisa lebih efisien dan produknya lebih siap bersaing,” ujarnya.
Ia optimistis, dengan penguatan SDM dan pemanfaatan teknologi, UMKM Lampung dapat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi pelaku usaha unggulan yang tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga mampu menginspirasi UMKM lainnya di Lampung. (Red).






