BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id — Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Hal itu disampaikannya saat kunjungan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Akhmad Wiyagus di Aula Semergou, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Eva Dwiana menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan, salah satunya pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat.
Warga cukup menunjukkan KTP Kota Bandar Lampung untuk mendapatkan layanan di puskesmas maupun rumah sakit, baik negeri maupun swasta.
Selain itu, Pemkot juga menyediakan layanan ambulans dan mobil jenazah gratis, serta pelayanan kesehatan door to door yang menyasar masyarakat rentan.
Upaya ini diperkuat melalui layanan posyandu, seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi, serta pelayanan keluarga berencana.
“Tak hanya fokus pada layanan, pemerintah juga terus meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo,” ujarnya.
Ia menyebut, kebijakan tersebut berdampak positif terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandar Lampung yang pada 2025 mencapai 81,26 atau masuk kategori sangat tinggi.
Selain itu, usia harapan hidup masyarakat juga meningkat menjadi 75,21 tahun.
Dari sisi fasilitas, Kota Bandar Lampung memiliki satu rumah sakit daerah tipe C dan tengah membangun gedung baru khusus penyakit dalam setinggi 10 lantai.
“Selain itu, terdapat 31 puskesmas yang terdiri dari 15 puskesmas rawat jalan dan 16 puskesmas rawat inap, 50 pustu, serta 126 pos pelayanan kesehatan kelurahan (poskeskel),” jelasnya.
Pelayanan kesehatan juga didukung oleh 4.236 kader posyandu dan 630 kader poskeskel yang seluruhnya mendapatkan insentif dari pemerintah kota.
Selain itu, terdapat pula kader PPKBD, sub PPKBD, BKB, hingga tim pendamping keluarga yang turut berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC), Pemkot Bandar Lampung telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TB) melalui keputusan wali kota.
Penanganan dilakukan melalui sistem surveilans, pencatatan dan pelaporan, serta pelayanan door to door guna mendukung deteksi dini dan penanganan cepat kasus TBC.
Menurut Eva Dwiana, keberhasilan program ini tidak lepas dari peran puskesmas sebagai garda terdepan serta dukungan para kader dan pemangku kepentingan.
Ia juga mengapresiasi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Kesehatan ke Kota Bandar Lampung.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin memotivasi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan TBC.
“Melalui kolaborasi semua pihak, kami optimistis eliminasi TBC dapat terwujud, sehingga Bandar Lampung menjadi kota yang sehat dan berdaya saing,” pungkasnya. (Red).







