Rupiah Tembus Rp17.105 per Dolar AS, Sentuh Rekor Terlemah pada Perdagangan 7 April 2026

JAKARTA, veritasnews.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Mata uang Garuda bahkan ditutup pada level terlemah sepanjang sejarah di pasar spot.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah ditutup melemah sebesar Rp70 atau sekitar 0,41 persen ke posisi Rp17.105 per dolar AS. Sepanjang perdagangan harian, rupiah sempat menyentuh level yang lebih dalam yakni Rp17.119 per dolar AS sekitar pukul 14.22 WIB.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan. Nilai tukar rupiah pada kurs Jisdor tercatat turun Rp55 atau sekitar 0,32 persen menjadi Rp17.092 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring dengan pelemahan sejumlah mata uang di kawasan Asia. Kondisi pasar yang diliputi ketidakpastian membuat investor cenderung berhati-hati, terutama di tengah situasi geopolitik global yang masih memanas.

Beberapa mata uang regional juga mengalami penurunan terhadap dolar AS. Peso Filipina tercatat melemah sekitar 0,46 persen, diikuti dolar Taiwan yang turun 0,09 persen dan ringgit Malaysia yang terkoreksi sekitar 0,04 persen.

Namun, tidak semua mata uang Asia berada di zona merah. Won Korea Selatan justru menguat sekitar 0,67 persen terhadap dolar AS, disusul yuan China yang naik 0,31 persen. Baht Thailand juga menguat 0,13 persen, sementara dolar Singapura naik 0,12 persen dan rupee India bertambah 0,10 persen.

Di sisi lain, yen Jepang tercatat menguat tipis sekitar 0,04 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik sekitar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Meski sejumlah mata uang Asia melemah, indeks dolar AS justru tercatat turun untuk hari kedua berturut-turut. Indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia melemah sekitar 0,11 persen ke posisi 99,87 dari sebelumnya 99,98.

Pergerakan nilai tukar ini menunjukkan pasar global masih berada dalam kondisi yang dinamis, dengan investor terus mencermati perkembangan ekonomi dan geopolitik yang berpotensi memengaruhi arus modal serta stabilitas mata uang di berbagai negara. (Red).

Related Posts

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Naik

​JAKARTA, veritasnews.id – Di tengah dinamika situasi global yang kian tak menentu, sebuah kabar menyejukkan datang dari Istana Kepresidenan. Pemerintah membawa angin segar bagi masyarakat luas dengan memastikan bahwa harga…

Pemprov Siapkan Langkah Baru Perkuat Ekonomi Lampung

BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id – Pemerintah Provinsi Lampung terus mencari cara agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

SPMB SMA-SMK Negeri Lampung Dibuka, Tersedia 76 Ribu Kursi

  • By admin
  • Juni 15, 2026
  • 0
  • 4 views
SPMB SMA-SMK Negeri Lampung Dibuka, Tersedia 76 Ribu Kursi

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Petugas BPS Datangi Rumah Warga di Lampung

  • By admin
  • Juni 15, 2026
  • 0
  • 2 views
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Petugas BPS Datangi Rumah Warga di Lampung

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Naik

  • By admin
  • Juni 14, 2026
  • 0
  • 3 views
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Naik

DPRD Lampung Bentuk Pansus untuk Menelaah Temuan BPK atas Keuangan Daerah 2025

  • By admin
  • Juni 13, 2026
  • 0
  • 10 views
DPRD Lampung Bentuk Pansus untuk Menelaah Temuan BPK atas Keuangan Daerah 2025

Pemprov Siapkan Langkah Baru Perkuat Ekonomi Lampung

  • By admin
  • Juni 12, 2026
  • 0
  • 11 views
Pemprov Siapkan Langkah Baru Perkuat Ekonomi Lampung

Jumat Berkah ke-101, SMSI Tulang Bawang Terus Berbagi untuk Anak Yatim

  • By admin
  • Juni 12, 2026
  • 0
  • 10 views
Jumat Berkah ke-101, SMSI Tulang Bawang Terus Berbagi untuk Anak Yatim