BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id (SMSI) – Pembakaran sampah menjadi faktor terbanyak dalam 78 kejadian kebakaran di Bandar Lampung sepanjang September 2026.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung mencatat 51 kejadian kebakaran berkaitan dengan sampah selama periode tersebut.
Kepala Damkarmat Bandar Lampung Anthoni Irawan menyampaikan data tersebut pada Jumat (16/10/2026).
“Berdasarkan data laporan kejadian kebakaran periode 1–30 September 2026, total taksiran kerugian material akibat kebakaran mencapai Rp281,2 juta,” ujar Anthoni.
Damkarmat mencatat 78 kejadian kebakaran sepanjang September 2026 dengan luas area terbakar mencapai 570.804 meter persegi.
Selain sampah, faktor listrik berkaitan dengan 12 kejadian kebakaran, sedangkan puntung rokok tercatat dalam 11 kejadian.
Petugas juga mencatat kompor dan faktor lainnya masing-masing dalam dua kejadian kebakaran.
Berdasarkan objek yang terbakar, kebakaran lahan terbuka mendominasi dengan 57 kejadian.
Petugas turut menangani tiga kebakaran bangunan penduduk, tiga kebakaran bangunan umum, dan satu kebakaran kendaraan.
Sebanyak 14 kejadian lainnya masuk kategori lain-lain dalam laporan Damkarmat Bandar Lampung.
Anthoni mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di area terbuka yang memiliki material mudah terbakar.
“Pembakaran sampah yang tidak diawasi berpotensi memicu api merambat ke rumput kering, semak belukar, maupun material lain yang mudah terbakar,” katanya.
Ia meminta warga memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Warga juga perlu memeriksa instalasi listrik dan menghindari membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area dengan vegetasi kering.
Damkarmat Bandar Lampung mencatat taksiran kerugian material akibat kebakaran selama September 2026 mencapai Rp281,2 juta.
Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas mengerahkan 57 unit mobil pemadam kebakaran dan 20 unit mobil tangki.
Damkarmat juga mencatat tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka-luka sepanjang September 2026.
Anthoni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kebakaran kepada petugas agar penanganan berlangsung cepat. (DC)






