BANDAR LAMPUNGBERITAHUKUM

Warga Keluhkan Respons Polisi 110 Saat Pembacokan di Bandar Lampung

24
×

Warga Keluhkan Respons Polisi 110 Saat Pembacokan di Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id (SMSI) – Warga Sukarame, Ahmad Taufik, mempertanyakan respons layanan Polisi 110 saat terjadi pembacokan di Bandar Lampung.

Ahmad mengaku lima kali menghubungi layanan Polisi 110 setelah melihat korban pembacokan di Jalan Soekarno Hatta.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

“Saya inisiatif menelepon layanan Polri 110, dari Bypass sampai Sukarame tidak ada tanggapan sama sekali,” kata Ahmad.

Ia mengatakan kondisi korban membuatnya tidak berani turun tangan karena khawatir pelaku turut menyerangnya.

Ahmad berharap laporan melalui 110 dapat segera diteruskan kepada kepolisian terdekat.

Menurutnya, Polsek Kedaton seharusnya dapat bergerak cepat karena lokasinya relatif dekat dengan tempat kejadian.

“Jadi apa gunanya layanan 110 kalau warga melapor saja kontaknya tidak aktif dan tidak mendapat tanggapan cepat?” ujarnya.

Ahmad mempertanyakan efektivitas layanan 110 yang terintegrasi dengan kepolisian di seluruh Indonesia.

Ia menilai pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk membangun dan menjalankan layanan tersebut.

“Anggaran negara yang dipakai tidak sedikit, tapi hasilnya belum maksimal,” tegas Ahmad.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan layanan kepolisian yang cepat ketika menghadapi kondisi darurat.

“Kalau laporan lewat layanan saja susah dan lama, bagaimana kalau kejadian menimpa keluarga atau diri sendiri?” katanya.

Ahmad berharap kepolisian memastikan layanan 110 mampu memberikan respons cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Sementara itu, pengeroyokan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Sabtu, 12 September 2026.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Bypass, Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Seorang pak ogah berinisial MA menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang dalam kejadian tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebut kelompok tersebut diduga merupakan anak punk.

Hingga kini, pihak kepolisian masih memburu kelompok yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. (DC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *