BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id (SMSI) – Jumlah penerima bantuan pangan di Bandar Lampung turun menjadi 96.919 keluarga penerima manfaat (KPM).
Penurunan terjadi setelah pemerintah pusat mengubah kriteria penerima bantuan pangan pada tahap kedua.
Plh. Kepala Dinas Pangan Bandar Lampung Ayu Kumala Dewi mengatakan pemerintah kini menetapkan Desil 1 hingga Desil 4.
Tahap sebelumnya masih mencakup masyarakat hingga Desil 6.
“Untuk tahap kedua ini memang ada perubahan data. Sekarang yang masuk hanya Desil 1 sampai Desil 4,” jelas Ayu.
Perubahan kriteria tersebut membuat jumlah penerima turun dari sebelumnya 105.000 KPM menjadi 96.919 KPM.
Pemerintah juga memperketat mekanisme penggantian penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria bantuan.
Petugas harus mengganti penerima tersebut dengan warga yang masuk Desil 1 hingga Desil 4.
Jika petugas tidak menemukan pengganti sesuai kriteria, pemerintah mengembalikan beras tersebut kepada negara.
“Tapi kalau sekarang ini, jika memang sudah dicari dan tidak ada penggantinya yang sesuai, berasnya dikembalikan ke negara,” ujar Ayu.
Pada tahap kedua, pemerintah hanya menyalurkan beras tanpa minyak goreng seperti penyaluran sebelumnya.
Setiap KPM menerima tiga karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram.
Bantuan tersebut mencakup alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September.
Dengan demikian, setiap keluarga menerima total 30 kilogram beras untuk kebutuhan pangan.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana turut menyerahkan bantuan tersebut kepada masyarakat kurang mampu, Selasa, 8 September 2026.
Eva mengatakan bantuan pangan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bertujuan membantu kebutuhan masyarakat.
“Semoga bantuan ini bermanfaat. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat karena besok juga ada lagi bantuan,” kata Eva.
Pemkot Bandar Lampung juga memastikan pasokan pangan daerah tetap aman selama musim kemarau.
Ayu mengatakan daerah penyangga masih mendukung kebutuhan pangan masyarakat Bandar Lampung.
“Pasokan pangan untuk Kota Bandar Lampung sejauh ini masih relatif aman karena kita juga mendapatkan dukungan dari sejumlah daerah penyangga,” pungkasnya. (DC)






