BANDAR LAMPUNGBERITAKESEHATAN

Kasus ISPA Naik, Dinkes Bandar Lampung Perketat Surveilans

6
×

Kasus ISPA Naik, Dinkes Bandar Lampung Perketat Surveilans

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id (SMSI) – Kasus ISPA di Bandar Lampung meningkat setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026).

Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Muhtadi A. Temenggung menyampaikan perkembangan tersebut berdasarkan pemantauan 31 puskesmas.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Data Tim Kerja Surveilans Imunisasi Dinkes mencatat 527 kasus ISPA pada 4 September 2026.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 632 kasus pada 5 September dan mencapai 716 kasus pada 7 September 2026.

Kasus ISPA bertambah 84 kasus atau 13,3 persen sepanjang 5 hingga 7 September 2026.

Muhtadi mengatakan Dinkes memperkuat surveilans untuk memantau perkembangan kasus setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Enam kecamatan mencatat kenaikan kasus ISPA paling tinggi selama periode tersebut.

Telukbetung Timur mencatat kenaikan 414,3 persen, dari tujuh kasus menjadi 36 kasus.

Kedamaian mengalami kenaikan 227,3 persen, dari 11 kasus menjadi 36 kasus.

Telukbetung Selatan mencatat kenaikan 125 persen, dari 16 kasus menjadi 36 kasus.

Rajabasa mencatat kenaikan 104,8 persen, dari 21 kasus menjadi 43 kasus.

Tanjungkarang Pusat mencatat kenaikan 80 persen, dari 15 kasus menjadi 27 kasus.

Sukarame mencatat kenaikan 34,7 persen, dari 49 kasus menjadi 66 kasus.

Muhtadi menegaskan Dinkes belum menyimpulkan abu vulkanik menyebabkan peningkatan kasus ISPA tersebut.

“Peningkatan kasus bertepatan dengan erupsi dan debu vulkanik, tetapi belum bisa dinyatakan sebagai penyebab,” jelas Muhtadi.

Dinkes membutuhkan penguatan surveilans untuk menilai kemungkinan dampak paparan abu vulkanik terhadap kasus ISPA.

Sementara itu, keluhan pneumonia, asma, PPOK, iritasi mata, dan iritasi kulit masih dalam kondisi normal.

Dinkes kini memvalidasi ulang data untuk memastikan petugas tidak melakukan duplikasi input kasus.

Petugas juga memantau perkembangan pasien ISPA setiap hari melalui seluruh puskesmas.

Dinkes memprioritaskan pemantauan wilayah dengan kenaikan kasus ISPA paling tinggi.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu mewaspadai paparan abu vulkanik melalui saluran pernapasan dan mata. (DC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *