LAMPUNG TENGAH, Veritasnews.id – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan seluruh proses perbaikan ruas Jalan Provinsi Gunung Sugih–Kota Gajah harus diawasi secara ketat agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Penegasan itu muncul seiring pelaksanaan perbaikan ruas Jalan Provinsi Gunung Sugih–Kota Gajah yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat karena rusak dan kerap tergenang banjir.
Menurut Gubernur, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab kontraktor, tetapi juga melibatkan konsultan perencana, pengawas, hingga Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung sebagai pemilik proyek.
Kita akan awasi setiap tahapan pekerjaan. Yang ingin kita pastikan bukan hanya proyek selesai, tetapi kualitasnya benar-benar baik dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Mirza, Senin (27/7/2026).
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing agar kualitas pekerjaan tidak dikompromikan.
“Ada kontraktor yang melaksanakan, ada pengawas yang mengawasi, ada konsultan yang merencanakan, dan pemerintah sebagai pemilik pekerjaan. Kalau semua menjalankan perannya dengan baik, hasilnya juga akan maksimal,” ujarnya.
Ruas Gunung Sugih–Kota Gajah diperbaiki menggunakan konstruksi rigid beton dengan total penanganan sepanjang 600 meter yang dibagi dalam dua segmen masing-masing sepanjang 300 meter dengan lebar enam meter.
Pemprov Lampung menargetkan penanganan ruas tersebut mampu mengatasi persoalan kerusakan jalan yang selama ini menghambat mobilitas warga sekaligus mengurangi dampak genangan yang kerap terjadi saat musim hujan.
Sejumlah warga berharap kualitas pekerjaan benar-benar sesuai harapan mengingat ruas tersebut telah lama menjadi salah satu titik yang sering dikeluhkan pengguna jalan.
Salah seorang warga, Lukman Sani, mengatakan kondisi jalan sebelumnya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Jalannya dulu rusak parah. Sering terjadi kecelakaan di sini,” katanya.
Selain menyoroti pembangunan jalan, Gubernur juga berdialog dengan warga mengenai kondisi perekonomian, termasuk perkembangan harga singkong yang menjadi salah satu komoditas utama masyarakat Lampung Tengah.
Pemprov Lampung menyatakan pembangunan infrastruktur dan perbaikan tata niaga komoditas pertanian menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (DET)






