BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id — Upaya penanganan banjir di Bandar Lampung mulai diarahkan lebih terukur. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk penyusunan masterplan penanganan banjir, yang diharapkan menjadi dasar kebijakan jangka panjang, bukan sekadar respons sesaat.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyambut langkah tersebut sebagai sinyal bahwa persoalan banjir di kota ini mulai ditangani secara sistematis. Menurutnya, kehadiran masterplan akan membantu memetakan persoalan utama—mulai dari kapasitas drainase, penyempitan aliran sungai, hingga perubahan tata ruang.
“Ini bukan hanya bantuan anggaran, tapi arah yang lebih jelas dalam penanganan banjir. Harapannya, solusi yang dihasilkan tidak lagi parsial,” ujar Eva, Senin (4/5/2026).
Selama beberapa tahun terakhir, banjir menjadi persoalan berulang di sejumlah titik di Bandar Lampung. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan genangan kerap terjadi di kawasan padat seperti Teluk Betung, Panjang, dan Sukarame, terutama saat curah hujan tinggi dalam durasi singkat. Selain faktor cuaca, persoalan klasik seperti sedimentasi sungai, buruknya sistem drainase, serta alih fungsi lahan turut memperparah kondisi.
Dalam konteks itu, penyusunan masterplan dinilai penting untuk menyatukan berbagai pendekatan—rekayasa teknis, penataan ruang, hingga pengendalian kawasan resapan air. Tanpa perencanaan terpadu, penanganan banjir cenderung bersifat tambal sulam dan tidak menyentuh akar masalah.
Eva menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar rencana ini tidak berhenti di dokumen. Implementasi di lapangan, termasuk normalisasi saluran air, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta penegakan aturan tata ruang, akan menentukan keberhasilannya.
Ia juga menyinggung bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap daerah rawan bencana, termasuk Bandar Lampung, menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan infrastruktur perkotaan di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Ke depan, masterplan ini diharapkan mampu mengidentifikasi titik-titik rawan secara detail sekaligus merumuskan langkah prioritas yang realistis dan terukur. Bagi warga, ukuran keberhasilannya sederhana: banjir tidak lagi menjadi rutinitas setiap musim hujan. (Red)







