BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id – Ancaman penurunan debit air saat musim kemarau mulai diantisipasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau. Perusahaan pelat merah ini menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan air bersih tetap mengalir ke puluhan ribu pelanggan.
Pelaksana Tugas Direktur PDAM Way Rilau, Noviriani, mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan sistem produksi dan distribusi tetap berjalan optimal, meski ketersediaan air baku berpotensi menurun.
Ia mengungkapkan, sejumlah sumber air seperti Way Kuripan, Way Betung, dan Way Jernih diperkirakan mengalami penurunan debit hingga 20 persen selama kemarau. Wilayah ini melayani sekitar 28 ribu pelanggan, sehingga menjadi perhatian utama dalam pengaturan distribusi.
Sementara itu, pelanggan yang bergantung pada sumber mata air seperti Tanjung Aman dan Batu Putih—sekitar 7.159 pelanggan—dinilai relatif lebih terdampak kondisi kekeringan.
Di sisi lain, pasokan air dari skema kerja sama di Sungai Way Sekampung, Tegineneng, yang melayani sekitar 24 ribu pelanggan, masih dipastikan dalam kondisi aman.
Untuk mengantisipasi ketidakseimbangan pasokan, PDAM menerapkan pengaturan jam aliran air kepada pelanggan. Selain itu, armada mobil tangki juga disiagakan untuk menjangkau wilayah yang mengalami kekurangan suplai.
“Kami juga berkoordinasi dengan BPBD untuk membantu distribusi air, termasuk bagi masyarakat yang belum menjadi pelanggan PDAM,” ujar Noviriani, Senin (13/4/2026).
Di sektor teknis, PDAM melakukan pengerukan sedimentasi di bendungan intake guna menjaga kapasitas tampung air baku, serta memastikan seluruh peralatan produksi dan distribusi tetap berfungsi optimal.
Saat ini, PDAM Way Rilau melayani sekitar 59.159 pelanggan di Bandar Lampung. Dengan berbagai langkah tersebut, perusahaan menargetkan gangguan layanan selama musim kemarau dapat diminimalkan dan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. (Red).







