BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mencatat 33 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi hingga awal Maret 2026. Meski demikian, tidak ada laporan korban meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan DBD merupakan penyakit yang kerap muncul secara musiman, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Kasus DBD memang selalu muncul setiap tahun, terutama pada musim hujan,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.
Dari 126 kelurahan yang ada di Bandar Lampung, tercatat 68 kelurahan berstatus endemis, 55 kelurahan sporadis, dan tiga kelurahan tidak ditemukan kasus dalam tiga tahun terakhir.
Menurut Muhtadi, kelurahan yang berhasil bebas dari kasus DBD tersebut akan menjadi bahan kajian untuk melihat pola keberhasilan pencegahan yang dilakukan masyarakat.
Untuk menekan penyebaran penyakit ini, Dinkes terus menggalakkan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta berbagai langkah tambahan pencegahan lainnya.
Edukasi juga diperkuat melalui kader jumantik, puskesmas, hingga tim promosi kesehatan yang aktif memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan permukiman warga.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menggunakan abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan guna mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
Muhtadi berharap keberadaan ribuan kader kesehatan di tingkat kelurahan dapat memperkuat sosialisasi langsung kepada masyarakat.
“Jika pencegahan berjalan optimal, wilayah yang saat ini endemis bisa turun menjadi sporadis, bahkan bebas kasus,” katanya.
Selain DBD, Dinkes Bandar Lampung juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak yang saat ini menjadi perhatian secara nasional.
Hingga saat ini tercatat 51 kasus suspek campak ditemukan di sejumlah puskesmas di Bandar Lampung. Sementara laporan dari rumah sakit menunjukkan 169 kasus suspek, meski seluruhnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Semua masih berstatus suspek karena menunggu konfirmasi dari hasil pemeriksaan,” ujarnya.
Dinkes mengimbau masyarakat segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai ruam, serta memastikan imunisasi dasar, termasuk vaksin campak, telah diberikan.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga tengah menyiapkan surat edaran sebagai tindak lanjut instruksi nasional untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak.
Dinkes berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menekan penyebaran penyakit menular di Kota Bandar Lampung. (Red).







