BANDAR LAMPUNGBERITA

Donny Irawan Usulkan HPN Dirayakan Sederhana di Daerah

2
×

Donny Irawan Usulkan HPN Dirayakan Sederhana di Daerah

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id (SMSI) – Donny Irawan mengusulkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) berlangsung sederhana di daerah masing-masing.

Ia menyarankan insan pers mengisi peringatan tersebut dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, dan silaturahmi antar organisasi pers.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Menurut Donny, usulan itu mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan keterbatasan anggaran pemerintah pusat maupun daerah.

“HPN cukup kita rayakan di daerah masing-masing. Kita berkumpul bersama seluruh organisasi pers, mengadakan doa bersama, memotong tumpeng, dan bersilaturahmi,” kata Donny di Bandar Lampung, Senin (2/11/2026).

Donny, yang berasal dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung, menilai perayaan sederhana tetap menjaga makna sejarah HPN.

Ia juga mengingatkan insan pers agar menunjukkan kepekaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, perayaan HPN tidak perlu menghabiskan anggaran besar melalui kegiatan seremonial maupun acara berskala nasional.

“Kurang tepat apabila HPN harus dirayakan secara mewah dan menghabiskan anggaran besar. Pemerintah pusat dan daerah juga sedang menghadapi keterbatasan keuangan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah memprioritaskan anggaran untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Donny menilai organisasi pers juga perlu mendukung kebijakan efisiensi selama kebijakan tersebut berpihak kepada kepentingan rakyat.

HPN Harus Libatkan Seluruh Organisasi Pers
Selain mengusulkan perayaan sederhana, Donny meminta seluruh organisasi pers terlibat dalam penyelenggaraan HPN.

Ia menegaskan HPN merupakan momentum bersama seluruh insan pers, bukan milik satu organisasi tertentu.

Menurutnya, Dewan Pers perlu mengambil peran sebagai koordinator penyelenggaraan HPN dengan melibatkan seluruh organisasi konstituennya.

“Kalau kita berbicara Hari Pers Nasional, berarti kita berbicara tentang seluruh insan pers Indonesia. Semua harus merasa memiliki dan dilibatkan,” tegasnya.

Donny menyebut sejumlah organisasi konstituen Dewan Pers, termasuk PWI, AJI, IJTI, SPS, ATVSI, ATVLI, PRSSNI, AMSI, SMSI, dan JMSI.

Ia menilai keberagaman organisasi tersebut menjadi kekuatan pers nasional yang perlu mendapat ruang setara.

Karena itu, Donny meminta Dewan Pers mengarahkan koordinasi dan membuka ruang musyawarah bagi seluruh konstituen.

“Dewan Pers merupakan rumah besar kita bersama. Sudah selayaknya Dewan Pers menjadi pengarah utama agar seluruh organisasi konstituen dapat berjalan bersama,” ungkapnya.

Pers Perlu Fokus pada Profesionalisme
Donny mengingatkan insan pers menghadapi tantangan besar, mulai dari independensi media hingga kesejahteraan wartawan.

Keberlangsungan perusahaan pers dan perkembangan teknologi digital juga menuntut perhatian serius.

Ia meminta organisasi pers mengarahkan energi untuk memperkuat profesionalisme dan menjaga kemerdekaan pers.

Menurutnya, perdebatan mengenai pihak yang paling berhak menyelenggarakan HPN justru dapat mengganggu semangat persatuan.

“HPN bukan soal kemewahan, bukan soal siapa penyelenggaranya, dan bukan pula soal besarnya anggaran. HPN merupakan momentum mengenang perjuangan pers dan memperkuat demokrasi,” katanya.

Donny berharap seluruh organisasi pers mengedepankan persaudaraan dalam menentukan bentuk peringatan HPN mendatang.

Ia menilai kualitas pemberitaan, integritas wartawan, dan independensi media jauh lebih penting daripada kemegahan perayaan.

Lebih baik HPN dirayakan sederhana dengan doa bersama dan tumpengan di seluruh daerah, tetapi insan pers tetap bersatu,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *