BANDAR LAMPUNG, Veritasnews.id – BPBD Provinsi Lampung menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada September 2026.
BPBD menilai ancaman terbesar bukan hanya berkurangnya air bersih. Kemarau panjang juga berpotensi mengganggu sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi dan ketahanan pangan di Lampung.
Kepala Pusdalops BPBD Lampung, Muhammad Fareza Revanza, mengatakan pemerintah mulai menyusun langkah antisipasi sebelum kekeringan meluas.
“Yang paling kami khawatirkan bukan hanya kekeringan, tetapi dampaknya terhadap sektor pertanian. Kekurangan air bisa memicu gagal panen dan memengaruhi perekonomian daerah,” kata Fareza, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, Lampung memiliki peran penting sebagai daerah penyangga pangan nasional. Produksi padi, jagung, kopi, dan komoditas perkebunan sangat bergantung pada ketersediaan air selama musim kemarau.
BPBD menjadikan hujan buatan sebagai salah satu opsi apabila kondisi cuaca terus memburuk. Pelaksanaan OMC akan menyesuaikan hasil pemantauan BMKG dan perkembangan musim dalam beberapa pekan mendatang.
Fareza menjelaskan teknologi OMC tetap sama, tetapi pemerintah mengubah tujuan pelaksanaannya. Awal tahun, OMC bertujuan mengurangi hujan untuk mengendalikan banjir. Kini, OMC diarahkan untuk menambah curah hujan.
Selain menyiapkan OMC, BPBD memperkuat mitigasi bersama pemerintah kabupaten dan kota. Petugas memantau daerah rawan kekeringan, mengedukasi masyarakat agar menghemat air, dan meningkatkan kesiapsiagaan melalui program Desa Tangguh Bencana.
BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Menurut Fareza, upaya mitigasi akan lebih efektif jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama mengurangi dampak kekeringan. (DET)






