BANDAR LAMPUNGDAERAH

Angka Stunting di Bandar Lampung Turun pada 2025, Dinkes Perkuat Deteksi Dini Gizi Balita

9
×

Angka Stunting di Bandar Lampung Turun pada 2025, Dinkes Perkuat Deteksi Dini Gizi Balita

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id – Angka stunting di Kota Bandar Lampung menunjukkan tren penurunan pada 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mencatat prevalensi stunting turun dari 22,7 persen pada 2024 menjadi sekitar 15 persen pada 2025, seiring penguatan deteksi dini dan intervensi gizi yang dilakukan melalui puskesmas dan posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan pada 2024 terdapat 47 balita stunting dari 207 balita yang diperiksa. Sementara pada 2025 jumlah balita stunting menurun menjadi sekitar 40 balita dengan prevalensi sekitar 15 persen.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

“Dari 2024 ke 2025 terjadi penurunan. Harapan kami pada 2026 angkanya bisa turun lebih baik lagi,” kata Muhtadi saat di wawancarai, Senin (29/6/2026).

Untuk mempertahankan tren tersebut, Dinkes memperkuat deteksi dini status gizi masyarakat melalui seluruh puskesmas, baik puskesmas rawat jalan maupun puskesmas pembantu. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur berat badan, tinggi badan, berat badan menurut umur, serta berat badan menurut tinggi badan guna mengidentifikasi sejak dini risiko gizi buruk maupun stunting.

Selain layanan di puskesmas, pemantauan juga dilakukan melalui 706 posyandu yang tersebar di 126 kelurahan di Kota Bandar Lampung. Di posyandu, balita menjalani penimbangan dan pengukuran status gizi secara rutin setiap bulan sebagai dasar pemberian intervensi.

Muhtadi menjelaskan, balita yang teridentifikasi mengalami kekurangan gizi akan mendapatkan pendampingan melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kader posyandu juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai penyusunan menu bergizi seimbang agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi.

Upaya pencegahan stunting juga menyasar ibu hamil melalui pemberian PMT lokal dan tablet tambah darah. Menurut Muhtadi, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan menjadi kunci untuk mencegah lahirnya bayi yang berisiko mengalami stunting.

Ia berharap tren penurunan angka stunting dapat terus berlanjut pada 2026, didukung berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diharapkan mampu meningkatkan status gizi bayi, balita, dan ibu hamil di Kota Bandar Lampung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *