Petugas Rutan Sukadana Enggan Beri Keterangan Terkait Dugaan Napi Kabur

LAMPUNG TIMUR- Dugaan kaburnya seorang narapidana dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, menjadi sorotan. Hingga kini, pihak rutan belum memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal yang enggan disebutkan namanya, seorang warga binaan bernama Wildan, warga Tanjung Aji Unit II, Kecamatan Rawa Jitu, diduga melarikan diri dari dalam rutan pada jumat (6/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Sumber tersebut menyebutkan, Wildan diketahui merupakan tahanan pendamping (tamping) yang mendapat kepercayaan membantu sejumlah pekerjaan di dalam lingkungan rutan. Saat kejadian, ia diduga sedang membersihkan ruang pendaftaran di area Pintu Pengamanan Utama (P2U).

“Dia sedang mengepel di ruang pendaftaran dekat P2U. Sepertinya saat itu tidak ada pengawasan. Diduga dia kemudian memanfaatkan kesempatan dengan meloncat pagar depan rutan,” ujar sumber tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, awak media mendatangi Rutan Kelas II B Sukadana pada Senin (9/3/2026) untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pihak rutan. Namun, petugas yang ditemui di lokasi enggan memberikan penjelasan.

Salah satu petugas yang berjaga di area P2U, Muslih, mengatakan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan kepada media.

“Maaf pak, kami tidak bisa memberikan keterangan karena Pak KPR sedang keluar,” ujar Muslih singkat.

Hal senada juga disampaikan oleh petugas di bagian Sentra Pelayanan Rutan Sukadana, Satria. Menurutnya, pejabat yang berwenang saat itu tidak berada di tempat.

“Kami tidak bisa memberikan keterangan. KPR sedang melakukan pengejaran di luar,” ujarnya.

Sikap tertutup pihak rutan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan terkait kronologi kaburnya warga binaan tersebut serta sistem pengamanan di dalam rutan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Rutan Kelas II B Sukadana terkait peristiwa tersebut maupun perkembangan upaya pencarian terhadap narapidana yang diduga melarikan diri.(*)

  • Related Posts

    SMSI Lampung Timur Gelar Muskab, Siapkan Nahkoda Baru untuk Tiga Tahun ke Depan

    LAMPUNG TIMUR, veritasnews.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lampung Timur menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) di Aula Rumah Dinas Bupati Lampung Timur, Senin (8/6/2026). Agenda utama dalam musyawarah tersebut…

    SMSI Lampung Timur dan Disperindag Perkuat Promosi Produk IKM-UMKM Lokal

    LAMPUNG TIMUR, veritasnews.id — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lampung Timur menjalin kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Timur dalam upaya memperkuat pengembangan Industri Kecil dan Menengah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    SPMB SMA-SMK Negeri Lampung Dibuka, Tersedia 76 Ribu Kursi

    • By admin
    • Juni 15, 2026
    • 0
    • 3 views
    SPMB SMA-SMK Negeri Lampung Dibuka, Tersedia 76 Ribu Kursi

    Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Petugas BPS Datangi Rumah Warga di Lampung

    • By admin
    • Juni 15, 2026
    • 0
    • 2 views
    Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Petugas BPS Datangi Rumah Warga di Lampung

    Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Naik

    • By admin
    • Juni 14, 2026
    • 0
    • 3 views
    Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tak Naik

    DPRD Lampung Bentuk Pansus untuk Menelaah Temuan BPK atas Keuangan Daerah 2025

    • By admin
    • Juni 13, 2026
    • 0
    • 10 views
    DPRD Lampung Bentuk Pansus untuk Menelaah Temuan BPK atas Keuangan Daerah 2025

    Pemprov Siapkan Langkah Baru Perkuat Ekonomi Lampung

    • By admin
    • Juni 12, 2026
    • 0
    • 11 views
    Pemprov Siapkan Langkah Baru Perkuat Ekonomi Lampung

    Jumat Berkah ke-101, SMSI Tulang Bawang Terus Berbagi untuk Anak Yatim

    • By admin
    • Juni 12, 2026
    • 0
    • 10 views
    Jumat Berkah ke-101, SMSI Tulang Bawang Terus Berbagi untuk Anak Yatim