BANDAR LAMPUNG, veritasnews.id – Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung mengambil langkah cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pekerjaan talud di ruas jalan Pringsewu–Kalirejo yang sempat menjadi sorotan di media sosial.
Satu titik pekerjaan talud yang dipersoalkan warga karena diduga dipasang tanpa galian yang memadai telah dibongkar dan diperbaiki. Perbaikan dilakukan setelah tim melakukan pengecekan lapangan dan mengakomodasi masukan yang disampaikan masyarakat.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan pihaknya selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun laporan terhadap pekerjaan infrastruktur yang sedang berlangsung.
“Masukan dari masyarakat kami terima dan kami tindak lanjuti. Setelah dilakukan pengecekan, satu titik pekerjaan talud yang menjadi perhatian publik telah dibongkar untuk diperbaiki sesuai ketentuan teknis yang berlaku,” kata Taufiqullah, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, pembongkaran dan perbaikan tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga kualitas pekerjaan konstruksi yang dibiayai pemerintah. Menurutnya, setiap pekerjaan harus memenuhi spesifikasi teknis agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Taufiqullah menegaskan bahwa biaya perbaikan tidak dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh proses pembongkaran dan pekerjaan ulang menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.
“Perbaikan dilakukan oleh kontraktor sebagai bagian dari tanggung jawab pekerjaan. Jadi tidak menggunakan tambahan anggaran APBD,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap proyek jalan dan bangunan pelengkap jalan akan terus diperketat hingga pekerjaan selesai. Dinas BMBK juga mengingatkan seluruh penyedia jasa konstruksi agar menjalankan pekerjaan sesuai spesifikasi dan standar mutu yang telah ditetapkan.
Menurut Taufiqullah, partisipasi masyarakat sangat membantu dalam mengawasi pembangunan infrastruktur daerah. Karena itu, pihaknya mengapresiasi setiap laporan yang disampaikan secara konstruktif demi memastikan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.
“Pengawasan bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat. Kami berterima kasih atas masukan yang diberikan karena hal itu menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kualitas pembangunan,” katanya.
Saat ini, proses perbaikan pada titik talud tersebut telah dilakukan dan Dinas BMBK memastikan pekerjaan akan terus dipantau hingga sesuai dengan standar teknis yang dipersyaratkan. (Red)


















