PRINGSEWU, veritasnews.id — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan hilirisasi komoditas daerah untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pringsewu Tahun 2027 di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut Mirza, pertumbuhan ekonomi daerah tidak cukup hanya bergantung pada kenaikan harga komoditas, tetapi harus didorong melalui proses hilirisasi sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang kita inginkan bukan hanya karena naiknya harga komoditas, tetapi karena adanya hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai perencanaan pembangunan di tingkat daerah memiliki peran strategis sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) harus dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Fondasi pembangunan itu ada di daerah, bahkan sampai di desa-desa. Ketika kabupaten mampu merancang program pembangunan yang baik, maka itu akan menjadi fondasi bagi Indonesia Emas 2045,” kata Mirza.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 memfokuskan pembangunan di Kabupaten Pringsewu pada penanganan jalan provinsi guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Pringsewu sebagai daerah penghubung bagi sejumlah kabupaten di sekitarnya.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan Musrenbang RKPD 2027 merupakan forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Lampung.
Ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Pringsewu pada 2025 mencapai 5,44 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,76, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 7,60 persen.
Meski demikian, sejumlah tantangan pembangunan masih dihadapi, seperti kondisi infrastruktur jalan yang rusak, keterbatasan pembiayaan daerah, peningkatan angka pengangguran, hingga persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Untuk itu, pada 2027 Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan memfokuskan pembangunan pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia, penguatan investasi dan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur, serta perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Kami optimistis target pembangunan dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan bekerja bersama,” ujar Riyanto.
Musrenbang tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, unsur Forkopimda, camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat. (Red).








