LAMPUNG SELATAN, veritasnews.id — Pengelola ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) memperkuat upaya edukasi keselamatan kepada masyarakat dengan menyasar kalangan pelajar. Langkah ini dilakukan setelah ditemukan aktivitas warga yang masih memanfaatkan area berisiko di sekitar jalan tol.
PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) bersama Hakaaston (HKA) sebagai operator tol menggelar sosialisasi keselamatan di SMP Negeri 1 Merbau Mataram dan SMA Negeri 1 Merbau Mataram, Lampung Selatan.
Kegiatan ini dilakukan setelah hasil pemantauan lapangan menunjukkan masih adanya masyarakat, khususnya pelajar, yang beraktivitas di area terlarang seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), flyover tol, hingga ruang milik jalan tol.
Manager Public Affairs HKA, M. Alkautsar, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari strategi membangun budaya keselamatan sejak dini di lingkungan masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, pendekatan melalui sektor pendidikan dinilai efektif karena pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam menumbuhkan kesadaran keselamatan di lingkungan sekitar.
“Jalan tol adalah infrastruktur strategis yang berfungsi mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu pemanfaatannya harus selaras dengan prinsip keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan,” kata Alkautsar, Selasa (31/3/2026).
Ia menilai aktivitas masyarakat di area terlarang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan membutuhkan pendekatan kolaboratif antara pengelola jalan tol, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
“Keselamatan di jalan tol merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami risiko dan konsekuensi dari aktivitas di area berbahaya,” ujarnya.
Alkautsar menambahkan, program sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda nasional dalam meningkatkan keselamatan transportasi serta pengelolaan ruang publik yang aman dan tertib.
Ke depan, pihaknya berencana memperluas kegiatan edukasi keselamatan dengan pendekatan berbasis komunitas agar pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Merbau Mataram mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya aktivitas di sekitar jalan tol.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan wawasan kepada siswa agar lebih sadar keselamatan dan tidak melakukan aktivitas berisiko di area jalan tol,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Merbau Mataram yang menilai edukasi keselamatan penting bagi pelajar yang memiliki mobilitas tinggi di lingkungan sekitar. (Red).









